Minggu, September 30, 2012

Ayat Jurnal Penyesuaian


Pengertian
Jurnal Penyesuaian adalah jurnal  yang hanya dibuat pada akhir periode akuntansi karena adanya transaksi yang bersifat khusus.Biasanya disebabkan oleh dokumen-dokumen yang pada akhir periode belum dibuat, sehingga transaksi tersebut belum dicatat dalam perkiraan yang bersangkutan. Jurnal penyesuaian dibuat setelah pembuatan neraca saldo.
Perkiraan Yang Perlu Disesuaikan :
1. Biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan diterima dimuka
3. Biaya dibayar dimuka
4. Pendapatan yang masih harus diterima
5. Penyusutan aktiva tetap
6. Kerugian Piutang
Pencatatan Jurnal Penyesuian

Pedoman Jurnal Penyesuaian :

1. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Contoh : Perusahaan sembilan belum membayar gaji karyawan sebesar Rp. 500.000
Jurnal Penyesuaiannya
 Biaya Gaji                             Rp. 500.000
 Hutang Gaji                                         Rp. 500.000
 2. Pendapatan Diterima Dimuka
Diterima pendapatan sewa untuk masa satu tahun terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2008 s.d 1 Oktober 2009 sebesar Rp. 2.000.000.
Ada 2 cara untuk mencatat transaksi ini :
a. Pendekatan neraca
saat penerimaan pendapatan
Jurnal Umum :
Kas                              Rp. 2.000.000
Pendapatan sewa diterima dimuka       Rp. 2.000.000
 Jurnal Penyesuaiannya :
Pendapatan Sewa Diterima Dimuka           Rp. 500.000
Pendapatan Sewa                                                        Rp. 500.000
Perhitungan :3/12 x Rp.2.000.000 = Rp. 500.000
b. Pendekatan Laba Rugi
saat penerimaan pendapatan
Jurnal Umum :
Kas                             Rp. 2.000.000
Pendapatan Sewa                                   Rp. 2.000.000
Jurnal Penyesuaian :
Pendapatan Sewa        Rp. 1.500.000
Pendapatan Sewa Diterima Dimuka        Rp. 1.500.000
Perhitungan : 9/12 x Rp. 2.000.000 = Rp. 1.500.000
3. Biaya Dibayar Dimuka
Dibayar asuransi untuk masa 1 tahun terhitung 1 Agustus 2008 s.d 1 Agustus 2009 sebesar Rp. 6.000.000
Ada 2 cara untuk mencatat transaksi ini :
a.Pendekatan Neraca
Saat Pembayaran
Jurnal Umum :
Asuransi Dibayar Dimuka          Rp. 6.000.000
Kas                                                                Rp. 6.000.000
Jurnal Penyesuaian :
Biaya Asuransi                           Rp. 2.500.000
Asuransi Dibayar Dimuka                               Rp. 2.500.000
Perhitungan : 5/12 x Rp. 6.000.000 = Rp. 2.500.000
b.Pendekatan Laba Rugi
Saat Pembayaran
Jurnal Umum :
Biaya Asuransi          Rp. 6.000.000
Kas                                                Rp. 6.000.000
Jurnal Penyesuaian :
Asuransi Dibayar Dimuka        Rp. 3.500.000
Biaya Asuransi                                Rp. 3.500.000
Perhitungan : 7/12 x Rp. 6.000.000 = Rp. 3.500.000
 4. Pendapatan Yang Masih Harus Diterima
Belum diterima denda atas keterlambatan pembayaran sewa oleh PT. Berhasil sebesar Rp.100.000
Jurnal Penyesuaian :
Piutang Denda            Rp. 500.000
Pendapatan Denda                            Rp. 500.000
5. Penyusutan Aktiva Tetap
Mesin disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus dengan harga perolehan mesin Rp. 800.000.000,umur ekonomis 10 tahun dengan nilai residu Rp. 80.000.000
Perhitungan Depresiasi :( Harga Perolehan-Nilai Residu)/Umur Ekonomis =
                                    = (Rp. 800.000.000-Rp. 80.000.000)/10
                                    =Rp. 720.000.000/10
                                    = Rp. 72.000.000
Jurnal Penyesuaian :
Biaya Penyusutan Mesin             Rp. 72.000.000
Akumulasi Penyusutan Mesin                              Rp. 72.000.000

Catatan :
 penulisan nominal yang menjorok ke kiri adalah di kolom  debet dan sebaliknya yang menjorok ke kanan adalah di kolom kredit

Kamis, September 13, 2012

Aktiva dan Pasiva



Aktiva
Aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dikemudian hari.
Macam-macam aktiva :
1. Aktiva Lancar merupakan suatu jenis aset perusahaan yang dapat digunakan dalam waktu dekat, biasanya selama satu tahun.
Macam-macam aktiva lancar :
a. Kas adalah uang tunai yang berada dalam perusahaan atau pada bank serta uang yang digunakan untuk  cadangan.
b. Surat-surat berharga seperti saham dan obligasi yang suatu saat dapat dijual.
c. Piutang usaha yaitu tagihan perusahaan kepada pihak lain yang jangka waktu pelunasannya kurang dari satu tahun.
d. wesel tagih(note receivable) : yaitu tagihan pihak perusahaan kepada pihak lain.
e. perlengkapan(supplies) : yaitu aktiva perusahaan yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha suatu perusahaan .
f. pendapatan yang masih harus diterima(accrued income) : yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan ,tetapi pembayarannya belum diterima.
g. Beban dibayar dimuka : yaitu beban yang dikeluarkan untuk beberapa periode ke depan,dan belum dimanfaatkan . misalnya: sewa dibayar dimuka, asuransi dibayar dimuka.
h. persediaan barang dagangan : yaitu barang -barang yang pada akhir periode penyusunan neraca masih tersimpan digudang.

2.Aktifa tetap
   aktiva tetap dapat di kelompokkan menjadi 3, yaitu invetasi jangka panjang, Aktiva tetap berwujud, dan aktiva tetap tidak berwujud.
Komponen aktiva tetap berwujud antara lain:
1. peralatan
2. tanah
3. bangunan
4. akumulasi penyusutan aktiva
 
Aktiva tetap tidak berwujud ialah aktiva yang eujud fisiknya tidak dapat dilihat atau tidak nampak. Adapun komponen aktiva tetap tidak berwujud, diantaranya :
1. goodwill : yaitu nama baik perusahaan
2. Hak paten : yaitu hak untuk menggunakan, memproduksi, menjual suatu pruduk.
3. Hak cipta  : yaitu hak khusus yang diberikan kepada pencipta suatu karya.
4. Franchise  : yaitu hak untuk menggunakan nama barang pihak yang memberikan hak.
5. merek dagang.

Passiva
Pasiva adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh perusahaan pada waktu yang akan datang.
Pengorbanan ini terjadi akibat kegiatan usaha.kewajiban ini dibedakan menjadi utang lancar dan utang jangka panjang.
Macam-macam utang lancar :
1. utang dagang
2. utang wesel
3. pendapatan diterima dimuka
4. beban yang masih harus dibayar
Macam-macam utang jangka panjang :
1. utang obligasi
2. utang bank
3. utang hipotik
                                                      
Deposito
Deposito adalah produk dari bank yang sejenis dengan jasa tabungan yang ditawarkan bank kepada masyarakat.
Deposito mempunyai jangka waktu tertentu yang mana nasabah tidak dapat menarik uangnya sebelum tanggal jatuh tempo.
Deposito dapat dicairkan sesuai tanggal jatuh temponya. Biasanya jatuh tempo deposito yaitu 1, 3, 6, atau 12 bulan sesuai kesepakatan antara nasabah dengan pihak bank. Apabila nasabah menarik uangnya sebelum tanggal jatuh tempo maka akan dikenai penalti.
Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis apabila saat jatuh tempo pemilik deposito tidak mencairkan uangnya.
Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa.

Aktiva Tetap Tidak Berwujud

 Pengertian
Aktiva Tetap Tidak Berwujud adalah suatu aset perusahaan yang wujud fisiknya tidak tampak atau tidak dapat dilihat.
Macam-macam Aktiva Tetap Tidak Berwujud :
a. Goodwill adalah nama baik suatu perusahaan karena adanya keistimewaan dari perusahaan tersebut.
Misalnya : suatu perusahaan yang mempunyai sistem manajemen yang bagus dan dinilai baik oleh pihak lain, perusahaan yang mempunyai letak strategis, perusahaan yang mempunyai produk yang unggul dan tidak ada saingan.
b. Hak Paten adalah hak yang dimiliki perusahaan karena adanya suatu penemuan tertentu dimana penemuan tersebut akan bermanfaat dalam kurun waktu yang lama dan dapat diperpanjang.
Misalnya : Penemuan suatu produk, penemuan formula atau penemuan cara-cara tertentu.
c. Hak Cipta adalah hak khusus yang diberikan kepada seseorang / perusahaan yang telah menciptakan suatu karya.
d. Franchise adalah hak yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada seseorang atau perusahaan lain untuk memakai nama produk, memasarkan produk, mengikuti strategi usaha ataupun cara pengelolaan usaha.
e. Merk Dagang adalah hak yang diperoleh suatu perusahaan atas suatu merk komersial tertentu.
Misalnya : Logo, tulisan, bentuk, simbol yang mewakili suatu perusahaan.
f. Copyright adalah hak yang diberikan atas suatu tulisan yang berupa novel, karya ilmiah, puisi, lirik lagu,maupun skenario film tertentu. Copyright merupakan hak untuk memperbanyak serta mengedarkannya.

Kamis, Agustus 09, 2012

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen atau yang disebut Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.
Berbeda dengan Informasi Akuntansi keuangan, Informasi Akuntansi manajemen adalah:
  • Dirancang dan dimaksukan untuk digunakan oleh pihak manajemen dalam organisasi sedangkan informasi Akuntansi keuangan dimaksudkan dan dirancang untuk pihak eksternal seperti kreditur dan para pemegang saham;
  • Biasanya rahasia dan digunakan oleh pihak manajemen dan bukan untuk laporan publik;
  • memandang ke depan, bukan sejarah;
  • Dihitung dengan mengacu pada kebutuhan manajer, sering menggunakan sistem informasi manajemen, bukan mengacu pada standar akuntansi keuangan.
Hal ini disebabkan karena penekanan yang berbeda: informasi akuntansi manajemen digunakan dalam sebuah organisasi, biasanya untuk pengambilan keputusan.
Definisi
Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA), akuntansi manajemen adalah "proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian dalam suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyusunan laporan keuangan untuk kelompok non-manajemen seperti pemegang saham, kreditur, badan pengatur dan otoritas pajak "(Istilah resmi CIMA).
The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) menyatakan bahwa akuntansi manajemen sebagai praktik meluas ke tiga bidang berikut:
  • Manajemen Strategi - Memajukan peran akuntan manajemen sebagai mitra strategis dalam organisasi.
  • Manajemen Kinerja - Mengembangkan praktik pengambilan keputusan bisnis dan mengelola kinerja organisasi.
  • Manajemen Risiko - Berkontribusi untuk membuat kerangka kerja dan praktik untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelola dan melaporkan risiko untuk mencapai tujuan organisasi.
Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) menyatakan bahwa "Seorang akuntan manajemen harus mampu menerapkan pengetahuan profesional dan keterampilannya dalam penyusunan dan penyajian informasi keputusan keuangan dan lainnya yang berorientasi sedemikian rupa untuk dapat membantu manajemen dalam merumusakan kebijakan, perencanaan dan pengendalian pelaksanaan pengoperasian. "Akuntan manajemen oleh karena itu dilihat sebagai "pencipta nilai" antara akuntan. Mereka jauh lebih tertarik melihat ke depan dan mengambil keputusan yang akan memengaruhi masa depan organisasi, daripada rekaman sejarah dan kepatuhan (menjaga nilai) aspek profesi. Pengetahuan dan pengalaman akuntansi manajemen dapat diperoleh dari berbagai bidang dan fungsi dalam suatu organisasi seperti manajemen informasi, perbendaharaan, audit efisiensi, pemasaran, penilaian, penetapan harga, logistik, dan lainnya.

Tradisional vs praktik inovatif

Pada akhir 1980-an, praktisi akuntansi dan para pendidik dikecam keras dengan alasan bahwa praktik akuntansi manajemen (dan, bahkan lebih dari itu, kurikulum yang diajarkan untuk mahasiswa akuntansi) hanya mengalami sedikit perubahan dibandingkan 60 tahun sebelumnya, meskipun telah terjadi perubahan radikal dalam lingkungan bisnis. Lembaga akuntansi profesional, mungkin takut bahwa akuntan manajemen akan semakin dilihat sebagai suatu yang tidak berguna dalam organisasi bisnis, sehingga kemudian dapat mencurahkan sumber daya untuk pengembangan keterampilan yang lebih inovatif ditetapkan untuk akuntan manajemen.
Perbedaan antara dan praktik akuntansi 'tradisional' dan 'inovatif' dapat diilustrasikan dengan mengacu pada teknik pengendalian biaya. Akuntansi biaya adalah metode sentral dalam akuntansi manajemen, dan secara tradisional, teknik utama akuntan manajemen adalah analisis varians, yang merupakan pendekatan sistematis untuk perbandingan biaya aktual dan dianggarkan dari bahan baku dan tenaga kerja yang digunakan selama periode produksi.
Sementara beberapa bentuk analisis varians masih digunakan oleh paling banyak perusahaan manufaktur, maka saat ini cenderung digunakan dalam hubungannya dengan teknik inovatif seperti analisis biaya siklus hidup dan kegiatan berbasis biaya, yang dirancang dengan aspek-aspek spesifik dari lingkungan bisnis modern yang perlu diketahui. Siklus hidup biaya mengakui bahwa kemampuan manajer untuk mempengaruhi biaya manufaktur suatu produk paling besar ketika produk masih pada tahap desain produk siklus hidup (yaitu, sebelum desain tersebut telah rampung dan produksi dimulai), karena perubahan kecil dengan desain produk dapat menyebabkan penghematan yang signifikan dalam biaya manufaktur produk. Biaya berdasarkan aktivitas (ABC) mengakui bahwa, di pabrik-pabrik modern, biaya manufaktur ditentukan oleh jumlah 'kegiatan' (misalnya, jumlah produksi berjalan per bulan, dan jumlah peralatan produksi waktu idle) dan bahwa kunci untuk pengendalian biaya yang efektif karena itu mengoptimalkan efisiensi dari kegiatan ini. Kegiatan berbasis akuntansi juga dikenal sebagai Penyebab dan Efek akuntansi.

Peran dalam korporasi

Konsisten dengan peran lain dalam korporasi saat ini, akuntan manajemen memiliki hubungan pelaporan ganda. Sebagai mitra strategis dan penyedia keputusan berdasarkan informasi keuangan dan operasional, akuntan manajemen bertanggung jawab untuk mengelola tim bisnis dan pada saat yang sama harus menyediakan semua hubungan antar laporan dan tanggung jawab untuk mengorganisasikan keuangan korporasi.
Kegiatan akuntan manajemen memberikan informasi bisnis termasuk peramalan dan perencanaan, melakukan analisis varians, mengkaji dan memantau biaya yang melekat dalam bisnis adalah orang yang memiliki akuntabilitas ganda untuk kedua tim keuangan dan bisnis.



Selasa, Agustus 07, 2012

Perkembangan akuntansi di Indonesia

Praktik akuntansi di Indonesia sejak zaman VOC (1642). Akuntan – akuntan Belanda itu kemudian mendominasi akuntan di perusahaan – perusahaan yng juga di monopoli penjajahan hingga abad 19. Pada masa pendudukan Jepang, pendidikan akuntansi hanya diselenggarakan oleh Departemen Keuangan berupa kursus ajun akuntansi di Jakarta. Persertanya saat itu 30 orang termasuk Prof.Sumardjo dan Prof.Hadibroto. Bersama 4 akuntan lulusan pertama FEUI dan 6 lulusan Belanda, Prof.Sumardjo merintis pendirian Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) tanggal 23 Desember 1957. Pada tahun yang sama pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan – perusahaan milik Belanda. Hal ini menyebabkan akuntan – akuntan Belanda kembali ke negrinya dan pada saat itu akuntan Indonesia semakin berkembang. Perkembangan itu semakin pesat setelah Presiden meresmikan kegiatan pasar modal 10 Agustus 1977 yang membuat peranan akuntansi dan laporan keuangan menjadi penting. Bulan Januari 1977 Mentri Keuangan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 43/1977 Tentang Jas Akuntan menggantikan Kepmenkeu 763/1968. Selain mewajibkan akuntan publik memiliki sertifikat akuntan publik, juga akuntan publik asing diperbolehkan praktik di Indonesia sepanjang memenuhi syarat.
Akuntansi masa kini telah berkembang dalam tahap masa kedewasaan menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global. Keputusan yang berasal dari data-data akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi internasional menjadi sangat penting untuk mendapatkan interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi bisnis internasional.
Sejarah akuntansi dan akuntan, memperlihatkan perubahan yang terus menerus secara konsisten. Pada suatu waktu, akuntansi lebih mirip sistem pencatatan bagi jasa-jasa perbankan tertentu dan bagi rencana pengumpulan pajak. Kemudian muncul pembukuan double entry untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha perdagangan. Saat ini akuntansi beroperasi dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional.